Outing Class kelas VIII SMP Darul Muqorrobin: Wisata dan belajar di alam kalikesek"

Kendal, 4 Februari 2026. Kemarin (3/2), Semua siswa kelas VIII SMP Darul Muqorrobin mengikuti kegiatan outing class ke kali kesek. Siswa bersama empat pendamping yang terdiri dari ketua panitia, wali kelas, dan guru meninggalkan sekolah pukul 07.30 pagi hari. Lokasi tujuan kegiatan outing class untuk kelas VIII kali ini yaitu di tempat wisata kalikesek. Kegiatan tersebut yang sejak pukul 07.30 WIB-15.00 WIB.

Kegiatan outing class ke kali kesek ini merupakan program kokurikuler yang relevan karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara langsung dari sumber belajar yang menyatu dengan alam. Disana menyajikan berbagai panorama indah, dan ilmu pengetahuan yang dapat membantu peserta didik memahami materi pelajaran secara lebih utuh dan konkret. Melalui pengamatan langsung terhadap proses pembuatan gula aren yang ada disana, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga praktik di depan tungku dan memproses gula aren, tentu saja dalam pengawasan pengelola umkm arenan kalikesek. 

 Dalam konteks kokurikuler, outing class ini dirancang sebagai kegiatan terstruktur yang terintegrasi dengan tujuan pembelajaran di kelas. Peserta didik tidak hanya melakukan kunjungan, tetapi juga melaksanakan aktivitas pendukung seperti pengamatan terarah, pencatatan informasi, diskusi kelompok, refleksi, dan penyusunan laporan atau produk pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana penguatan literasi, numerasi, komunikasi, dan kolaborasi atau kerjasama antar peserta didik secara nyata.

Kegiatan kokurikuler ini juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, seperti kemampuan beradaptasi di lingkungan baru, berinteraksi secara santun dengan narasumber, serta bekerja sama dalam kelompok. Pengalaman belajar di luar kelas ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar dan membangun keterkaitan antara teori yang dipelajari di sekolah dengan realita kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan uraian tersebut, sekolah memandang perlu untuk melaksanakan kegiatan outing class ke kalikesek sebagai bagian dari program kokurikuler. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembelajaran yang holistik, menyenangkan, dan bermakna, sekaligus memperkuat karakter serta kompetensi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan semangat Kurikulum Merdeka.

Miftakhul Anna, S. Pd.,Gr. selaku ketua panitia outing class kelas VIII ini mengatakan bahwa ini dengan kali pertama outing class dengan sistem bergantian berdasarkan gender.hari ini, Rabu adalah giliran kelas VIII putri bersama tiga guru pendamping. Alhamdulillah sudah terlaksana dengan lancar meskipun saat hendak pulang cuaca tidak bersahabat.

     Tujuan Outing Class untuk siswa kelas VIII SMP Darul Muqorrobin adalah menguatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran di kelas melalui pengalaman belajar langsung berbasis konteks nyata, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, rasa ingin tahu, dan kemampuan literasi informasi melalui pengamatan di sentra pengrajin gula aren di Arenan kalikesek, dan  sebagai bagian dari pembentukan karakter serta melatih kemampuan kolaborasi, komunikasi, dan refleksi melalui kegiatan diskusi, penugasan, dan laporan hasil kunjungan yang mana harus dikumpulkan kepada guru pendamping tertunjuk oleh panitia.

Manfaat diadakannya Outing Class adalah supaya murid dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan, murid dapat tumbuh rasa cinta dan peduli terhadap  alam sekitar kita. 

Joan salah satu siswa kelas VIII mengaku tidak mengetahui cara pembuatan gula aren sebelum  mengikuti kegiatan outing class ini. Ia bahagia setelah berkegiatan bersama teman-teman seangkatan disana.Begitu juga dengan Baihaki siswa asal Batang yang merasa sangat senang dapat melakukan perjalanan yang bagaikan peribahasa sambil menyelam minum air. belajar sambil wisata. "Disana kami belajar dan berkeliling didampingi tour guide yang baik bernama kak Najib dan satu rekannya. Disana juga kami diperbolehkan terapi ikan, dan wahana lain. Lebih-lebih kami dibawakan oleh-oleh gula aren masing-masing 1 toples saat kembali ke sekolah. " Pungkasnya.


Penulis: Dea Azza

Potografer: M. Khusnul Musib


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama