KENDAL – Pondok Pesantren Darul Muqorrobin Kendal kembali membuktikan kualitas lulusannya di kancah nasional. Eko Andriyan, seorang alumni santri dari pesantren tersebut, berhasil mengukir sejarah dengan meraih Peringkat Pertama dalam Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) TNI AD Tahun Anggaran 2026. Prestasi ini menjadi sangat fenomenal mengingat Eko harus bersaing ketat dengan total 7.793 peserta dari berbagai latar belakang. Kedisiplinan dan karakter yang ditempa selama di pesantren terbukti menjadi modal kuat dalam menaklukkan kerasnya pendidikan militer.
604 prajurit
Momen Haru Pelantikan di Rindam IV/Diponegoro
Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah prajurit tersebut digelar dengan khidmat di Lapangan Sapta Marga, Rindam IV/Diponegoro, Magelang. Eko Andriyan merupakan satu dari
604 prajurityang resmi dilantik menjadi Sersan Dua (Serda) setelah menempuh pendidikan yang menguras fisik dan mental.
Keberhasilan Eko menempati urutan pertama dari ribuan pendaftar menunjukkan bahwa santri memiliki daya saing yang luar biasa.
Penilaian peringkat ini didasarkan pada tiga aspek utama:
- Akademik merupakan Kemampuan menyerap materi taktik dan strategi.
- Kesamaptaan Jasmani merupakan Ketangguhan fisik di lapangan.
- Kepribadian (Mental Ideologi) merupakan Kedisiplinan dan loyalitas tinggi.
Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi
Pihak Pondok Pesantren Darul Muqorrobin Kendal menyatakan rasa BANGGA yang mendalam atas pencapaian alumni mereka. Keberhasilan ini mematahkan STIGMA bahwa santri hanya ahli dalam bidang Agama, tetapi juga mampu menjadi GARDA TERDEPAN dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
"Ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai kemandirian, tirakat, dan kepatuhan yang diajarkan di pesantren sangat relevan dengan nilai-nilai keprajuritan TNI," ujar Hb. M Firdaus Al Munawwar (Muasis Ponpes)
Kini, Serda Eko Andriyan siap mengemban tugas baru sebagai prajurit profesional yang membawa semangat santri yang religius, nasionalis, dan berintegritas.
"penulis Kak Basory
